Oleh: Kasmono Monex, penggemar hidup sehat
Cerita Kali Sadang menjadi topik yang tak kunjung berakhir menjadi buah bibir di masyarakat. Banjir yang seringkali disebabkannya, ataupun pencemaran limbah pabrik yang dibuang ke Kali ini.
Medio tahun 2013 kami pernah melakukan investigasi bekerjasama dengan Tim Program Delik RCTI terkait pencemaran Kali Sadang. Dalam penelusuran, kami mendapati beberapa saluran pembuangan limbah pabrik mengalirkan limbahnya ke Kali Sadang. Seringkali air Kali Sadang berwarna merah, ungu dan hitam yang menandakan bahwa air itu tercemar.
Namun ketika dikonfirmasi kepada Kepala BPLHD Kab Bekasi ( Bapak Supratman) kala itu, kondisi itu dibantah sebagai pencemaran.
Medio tahun 2013 kami pernah melakukan investigasi bekerjasama dengan Tim Program Delik RCTI terkait pencemaran Kali Sadang. Dalam penelusuran, kami mendapati beberapa saluran pembuangan limbah pabrik mengalirkan limbahnya ke Kali Sadang. Seringkali air Kali Sadang berwarna merah, ungu dan hitam yang menandakan bahwa air itu tercemar.
Namun ketika dikonfirmasi kepada Kepala BPLHD Kab Bekasi ( Bapak Supratman) kala itu, kondisi itu dibantah sebagai pencemaran.
Kurang puas dengan jawaban BPLHD, kami menanyakan ini kepada Menteri Lingkungan Hidup yang saat itu diemban oleh Bapak Balthasar Kambuaya, dan beliau justru meyakinkan bahwa jika air berwarna bisa dipastikan tercemar.
Perbedaan pernyataan ini tentu membingungkan masyarakat, namun masyarakat yang cerdas pasti bisa membedakan dan menyimpulkan mana pernyataan yang benar.
Pencemaran air tentu akan sangat mengganggu biota air yang ada di dalamnya, dan masyarakat sekitar akan terimbas dengan air tanah yang kurang bagus, dimana sebagian besar masyarakat menjadikan air tanah sebagai konsumsi air minum.
Perbedaan pernyataan ini tentu membingungkan masyarakat, namun masyarakat yang cerdas pasti bisa membedakan dan menyimpulkan mana pernyataan yang benar.
Pencemaran air tentu akan sangat mengganggu biota air yang ada di dalamnya, dan masyarakat sekitar akan terimbas dengan air tanah yang kurang bagus, dimana sebagian besar masyarakat menjadikan air tanah sebagai konsumsi air minum.
Instansi terkait diharapkan terus menerus memonitor dan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan-perusahaan nakal yang membuang limbah berbahaya ke Kali Sadang.
Semangat sehat dan salam lingkungan nyaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar